Dampak Buruk Membedong Bayi

Kelahiran si kecil memang ditunggu-tunggu oleh setiap pasangan, bahkan saat ia masih dalam kandungan pun anda sebagai ibu tentu sudah disibukkan dengan harus menyiapkan semua perlengkapan bayi baru lahir misalnya seperti bedong atau lampin yang sudah dipakai dengan turun-temurun mulai sejak jaman kuno untuk membalut badan bayi, terlebih bayi baru lahir. Biasanya, membedong ditujukan untuk menolong bayi terasa nyaman serta dapat tidur dengan tenang.

Dampak Buruk Membedong Bayi

Tetapi nyatanya membedong bayi ikut dapat mengundang resiko medis, seperti bayi terasa kepanasan, displasia panggul, infeksi pernafasan, serta bahkan juga sindrom kematian mendadak pada bayi (Sudden Death Infant Syndrome – SIDS). Supaya terlepas dari sebagian resiko ini, orangtua ataupun orang yang menjaga bayi disarankan untuk ketahui keadaan seperti apa yang membolehkan atau malah membahayakan dalam membedong bayi dan bagaimana tehnik membedong yang aman.

Membedong bisa jadi langkah yang berguna untuk menentramkan bayi saat mereka rewel serta susah tidur. Tehnik membungkus bayi begini jadikan si Kecil bisa terasa seperti didalam rahim, yakni lingkungan yang familiar untuk dia. Diluar itu, bedong dapat juga kurangi refleks kaget pada bayi yang dapat membangunkan tidurnya. Karena membedong, bayi dapat tidur nyaman tanpa ada masalah, sesaat orangtua dapat juga mempunyai saat istirahat.

Tetapi hati-hati karna membedong bayi sangat ketat atau memakai kain lampin yang buat gerah, dan tidak memperhatikan keadaan bayi saat dibedong malah bisa menghadirkan bahaya. Umpamanya seperti di bawah ini.

1. Displasia panggul

Yakinkan anda tidak membedong bayi sangat erat karna di kuatirkan bisa beresiko pada perubahan serta gerakannya di masa datang. Saat membedong buah hati, beri ruangan gerak pada kakinya supaya panggulnya dapat bergerak bebas, seperti menggerakkan kaki naik serta turun.

Bila bedong sangat ketat dengan kaki yang dirapatkan serta diluruskan, ada peluang bayi alami problem dengan panggul, seperti keadaan displasia panggul, yakni saat tulang-tulang sendi panggul tidak sejajar keduanya. Apabila hal semacam ini hingga berlangsung, sendi panggul bisa susah untuk berperan dengan baik. Ini karna saat didalam rahim, kaki bayi ada dalam tempat bengkok serta menyilang keduanya hingga apabila Bunda memaksanya untuk lurus dengan ketat, jadi sendi-sendinya bisa alami dislokasi serta pada akhirnya mengakibatkan kerusakan tulang riskan.

2. Infeksi pernafasan

Membedong bayi sangat ketat dapat juga buat si Kecil berisiko kepanasan serta alami infeksi pernafasan. Yakinkan bayimu tidak terasa panas pada malam hari. Diluar itu, tentukan bedong dari kain katun tidak tebal supaya bayi tidak gerah.

3. Sindrom kematian mendadak pada bayi (SIDS)

SIDS yaitu arti yang dipakai untuk melukiskan bayi yang berumur dibawah setahun serta tampak sehat, mendadak wafat dunia tanpa ada di ketahui pemicunya. SIDS seringkali berlangsung waktu bayi tengah tidur. Resiko SIDS terlihat bertambah pada bayi yang dibedong lantas diletakkan pada tempat telungkup atau menyamping, menurut satu riset. SIDS dapat juga berlangsung apabila bedong bayi sangat longgar hingga kain berisiko berubah serta menutupi mulut dan hidung bayi.

Cermati Keadaan Bayi yang Dibedong

Beberapa bayi tidak nikmati sensasi badan terbungkus. Si Kecil kadang-kadang dapat memberitahu saat dia terasa tidak mau dibedong dengan isyarat tersebut :

  1. Tunjukkan sinyal tanda kepanasan. Sering-seringlah untuk mengecek suhu badannya untuk meyakinkan dia nyaman. Baiknya, bedong mempunyai tujuan untuk menolong bayi terasa aman serta nyaman, bukanlah untuk membuatnya kepanasan.
  2. Memberontak untuk terlepas dari bedong terus-terusan dari waktu ke waktu.
  3. Bayi telah mulai dapat berguling, bahkan juga telungkup waktu tidur. Apabila selalu dibedong, bayi dapat kesusahan bernapas waktu dia berguling.
  4. Bayi telah mulai besar serta bergerak semakin banyak waktu tidur. Bedong malah membuatnya tidak nyaman serta relatif untuk bangun. Bunda disarankan untuk berhenti membedong bayi waktu usianya masuk dua bln..
  5. Waktu menyusui, disarankan untuk melepas bedong bayi hingga tangannya dapat bebas untuk menyentuh serta mengeksplorasi.

Panduan Membedong yang Aman

Untuk hindari dampak beresiko dari bedong, coba untuk ikuti beberapa tips tersebut.

  1. Bentangkan kain lampin, lantas lipat sedikit pada satu diantara sudutnya. Tempatkan bayi diatas kain lampin dengan tempat kepalanya di pinggir pojok yang dilipat. Sembari memegang bayimu, bawalah satu diantara bagian kain ke badannya, bisa bagian kanan atau kiri terlebih dulu, lantas selipkan dibawah badannya.
  2. Tutupi kakinya dengan melipat bagian bawah kain lampin ke atas. Yakinkan ada ruangan untuk kakinya.
  3. Bawalah bagian beda kain ke badan bayi lantas selipkan sampai tersisa leher serta kepalanya yg tidak terbungkus kain.
  4. Sesudah bayi dibedong, yakinkan untuk mengaplikasikan rutinitas tidur aman yang meliputi menempatkan bayi dalam tempat kemampuanng. Diluar itu, jauhi pemakaian bantal sampai umur bayi menjangkau dua th..

Beberapa bayi ada yang lebih suka pada lengannya terlepas dari bedong. Bila bayimu lebih suka pada begini, cukup ikuti panduan membedong seperti diatas, namun selipkan setiap pojok selimut dibawah ketiaknya, bukanlah diatas bahunya supaya tangannya terlepas dari lampin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *