Persaingan Antara Alibaba dan Amazon untuk Mencetak Nilai Kapitalisasi Pasar Senilai US$ 500M

Dua perusahaan raksasa dunia bagian e-commerce, tengah berkompetisi jadi perusahaan berkapitalisasi pasar paling besar dunia. Amazon. com Inc. serta Alibaba Group Holding berpacu jadi perusahaan e-commerce yang dilengkapi dengan cek resi pertama yang dapat cetak nilai kapitalisasi pasar sejumlah US$ 500 miliar.

Berdasar pada data Bloomberg sampai Jumat (1/9), kapitalisasi pasar Amazon terdaftar telah sebesar US$ 469, 93 miliar. Selama th. 2017, harga saham Amazon bertambah 30, 56% jadi US$ 978, 25 per saham, dari tempat 30 Desember 2016 di level US$ 749, 87 per saham.

Persaingan Antara Alibaba dan Amazon untuk Mencetak Nilai Kapitalisasi Pasar Senilai US$ 500M

Sesaat gerakan saham Alibaba lebih dahsyat sekali lagi. Bila pada akhir th. 2016 harga saham Alibaba masih tetap ada di level US$ 87, 81 per saham, jadi sampai akhir minggu lantas harga nya telah nongkrong di tempat US$ 171, 04 per saham. Berarti, selama th. 2017, harga saham perusahaan yang dibangun oleh miliarder China, Jack Ma itu telah melesat sampai 94, 78% dengan kata lain naik nyaris 2 x lipat.

Sekarang ini cuma ada segelintir perusahaan global yang mempunyai nilai kapitalisasi pasar diatas US$ 500 miliar. Dari data Bloomberg sampai akhir minggu lantas, sebagian emiten yang masuk kelompok itu yaitu Apple dengan market cap US$ 847, 36 miliar, Alphabet sebesar US$ 654, 18 miliar, serta Microsoft sejumlah US$ 569, 50 miliar. Kapitalisasi pasar Facebook diambang US$ 500 miliar. Akhir minggu lantas market cap Facebook menjangkau US$ 499, 54 miliar.

Kapitalisasi pasar Amazon yang masih tetap lebih tinggi dari Alibaba, nampaknya bukanlah jaminan Amazon dapat lebih dulu menembus jumlah kapitalisasi US$ 500 miliar. Sebab, lonjakan harga saham Alibaba selama th. 2017 yang nyaris menjangkau 2 x lipat mulai sejak akhir 2016, selalu bergerak liar.

Seperti dikabarkan Bloomberg, Amazon kuasai market share Amerika Serikat (AS) serta Alibaba merajai pasar di China. Sebagai motor Alibaba tidak beda perkembangan kelas menengah di China yang tumbuh begitu cepat.

Belum juga support banyak hedge fund besar yang beramai-ramai datang beli saham Alibaba. Seumpama Third Point Management, Appaloosa Management, Duquesne Capital, serta Tiger Management.

Seperti dilaporkan CNBC 14 Agustus lantas, Third Point Management beli 4, 5% saham Alibaba, disusul Appaloosa 3, 7%, Duquesne Capital 0, 71% serta Tiger Management 0, 21%.

Amazon serta Alibaba juga adalah dua saham sebagai jagoan banyak analis. Dari 47 pialang besar dunia, tak ada satu juga yang mereferensikan jual saham Alibaba, dengan tujuan rata-rata di level US$ 197, 51 per saham. Apabila harga penutupan akhir minggu lantas di level US$ 171, 04 per saham, berarti masih tetap ada ruangan perkembangan 15, 48% sekali lagi hingga akhir th..

Di bagian beda, beberapa analis juga memprediksi masih tetap ada ruangan yang lebar untuk gerakan saham Amazon. Rata-rata analis menebak harga saham Amazon di level US$ 1. 150, 46 per saham, atau ada potensi kenaikan 17, 60% dari harga di akhir minggu lantas yang sebesar US$ 978, 25 per saham.

Selain itu juga ada strategi Carousel dalam berkompetisi dalam bidang industri

Mobile marketplace asal Singapura, Carousell, sudah mempersiapkan beberapa kiat untuk berkompetisi di industri e-Commerce Indonesia. Co-Founder Carousell Marcus Tan menjelaskan paling tidak ada tiga hal yang disediakan oleh startup yang berdiri pada 2012 itu.

Hal pertama yaitu keringanan. Menurut Tan, mulai sejak awal Carousell memprioritaskan keringanan untuk penjual untuk mendaftarkan barangnya, kurang lebih cuma diperlukan saat 30 detik. Karenanya, pengalaman belanja yang simpel serta gampang, selalu diperkembang.

” Kami merencanakan memakai big data serta pakar analisa data untuk selalu tingkatkan kekuatan ini. Kami mengatakannya jadi Classified 4. 0 serta kami begitu semangat untuk mengembangkannya, ” papar Tan waktu bertandang ke redaksi Liputan6. com, Senin (27/3/2017).

Langkah beda yang selalu diperkembang yaitu feature Discovery. Memakai data yang ada, calon konsumen di pastikan juga akan semakin gampang mencari barang sesuai sama ketertarikannya. Jadi, saat pemakai mencari barang kebutuhannya, hasil pencarian juga akan menghadirkan product paling cocok.

” Paling akhir, yaitu komune. Indonesia sekarang ini mempunyai bermacam komune yang mempunyai ketertarikan semasing. Carousell ada untuk menolong komune itu sama-sama bertukar atau mencari info tentang barang yang dikehendakinya, ” katanya.

Tidak cuma itu, dalam satu tahun paling akhir Carousell juga sudah mengakusisi serta bekerja sama juga dengan tiga startup. Mengenai startup itu yaitu Watch Over Me, Caarly, serta Duriana. Tan menyebutkan bentuk akusisi serta kerja sama ini adalah sisi dari Carousell untuk jadi perusahaan kelas dunia, tidak cuma dari bagian service, namun juga tehnologi.

” Bekerja bersama (dengan Watch Over Me), sangat mungkin kami bersinergi dalam soal keamanan pemakai wanita serta basis, ” katanya. Untuk info, Watch Over Me adalah aplikasi keamanan personal untuk piranti Apple serta Android yang telah Carousell acqui-hire pada September 2016.

Selang tiga bln. lalu, Carousell juga mengakuisisi Caarly, startup asal Singapura yang menghubungkan customer dengan penjualan mobil sisa. Dengan bergabungnya Caarly, Carousell bisa lebih gampang tawarkan keperluan mobil sisa untuk customer. Bahkan juga, sudah disediakan aplikasi spesial bernama Carousell Motors untuk lokasi Singapura.

” Kami juga menguatkan komune di lokasi Malaysia serta Singapura dengan mengakuisisi Duriana sekalian mengukuhkan tempat kami di pasar itu, ” katanya akhiri perbincangan. Duriana adalah startup iklan baris asal Malaysia yang diakusisi pada awal th. ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *